.......
I spent 30 minutes over here to think about what should I write on this blank page. I'm not good at describing my personalities because I think I.. wait, my current favorite song just played, Till There Was You by The Beatles, if you wanna know.
Okay, aku memilih untuk mendeskripsikannya dalam bentuk cerita. Ibarat, anggaplah, dan lain sebagainya. Cukup sulit untuk aku mendeskripsikan kepribadian, karena... ya, susah gitu..
Tiba-tiba rollercoaster ada di pikiranku. Setelah menghabiskan waktu puluhan menit untuk mencari kata yang bisa menggambarkan kepribadianku secara tidak langsung. Tau, kan? Rollercoaster. Bisa pelan, bisa tiba-tiba kencang ngejar kecepatan cahaya yang nggak bisa dilihat mata. Bisa naik, bisa turun. Aku nggak statis, kita bisa teriak sama-sama tapi pasti selamat sampai tempat berhenti.
Aku pergi naik kereta selama 14 jam, sendiri, aku memilih untuk bertegur sapa dengan orang asing, mendengarkan cerita yang entah berasal dari mana kemudian bisa sampai di kedua telingaku. Entah perasaan apa selanjutnya yang akan menguak, entah ikut merasa senang, merasa sedih, merasa terharu, atau ikut merasa muak. Entah siapa yang turun terlebih dahulu pada stasiun selanjutnya, entah apakah cerita akan selesai begitu salah satu sudah harus melangkah ke peron, tetapi kita sudah bertemu. Kita tetap harus berjabat tangan dan tersenyum meskipun kita bercerita panjang tanpa menyebut identitas masing-masing. Rasa penasaran akan dibiarkan menggantung di sisi tirai jendela kereta dan terhapuskan oleh rasa kantuk.
Aku selalu mengutarakan apa yang aku pikirkan kepada orang lain, dibanding aku harus menerka-nerka dan terus-menerus merasa bingung. Aku nggak suka bingung, aku ekspresif. Iya dan tidak menjadi dua kata berseberangan yang berada pada posisinya masing-masing. Aku tidak mengatakan iya untuk hal yang seharusnya berada pada ruang tidak.
Sekarang kita lagi ada di taman kanak-kanak. Bayangin, ada balon warna-warni di sana. Ada jungkat-jungkit, ada ayunan, ada perosotan, ada permen cokelat, ada confetti, ada anak kecil, dan ada seorang Ibu. Ini yang masih belum aku mengerti, aku bisa tiba-tiba seperti anak-anak yang permennya diambil anak lain, terus nangis, ngerengek, manja, kemudian aku bisa menjadi seorang Ibu di sebelah anak kecil tersebut.
Aku nggak suka sedih, tapi kalau kamu sedih, kamu bisa entah bagaimana datang untuk kita menangis bersama. Atau kamu cukup berhenti dan bilang ada di mana, aku akan lari meskipun naik motor terdengar lebih praktis. Begitu sampai, aku yang menangis duluan karena habis lari-lari. Begitu pun kalau kamu marah, jangan marah sendiri dan menyakiti hati sendiri. Gimana kalau kita duduk terus berunding mau dibuang kemana amarah yang ada? Kalau tabungan amarahku masih banyak sisa, kamu boleh buang ke sana, tapi kalau udah penuh, kita cari cara lain, gimana?
Kita ada dalam lingkaran yang sama. Take your phone and put me on your emergency call. Aku mengerjakan sesuatu semalam suntuk, aku melakukan hobiku berjam-jam, atau aku tertidur lama, but I'll come whenever you need me to come. I'll annoy you most of the time, but I'll stop if you ask. I would do anything that you want me to do. I can be anything that you want me to be. I'm a chaser, but I also know my worth.
Udah ya, kamu aja yang menyimpulkan sendiri, aku bingung. Aku kan nggak suka bingung..