waktu itu kamu hanya bisa diam
saat suara dan isak tangisku berlomba untuk
mempertanyakan, "apa yang salah dengan kita?"
kamu diam dan sesekali menjawab,
"tidak ada yang salah, aku hanya ingin pergi, boleh?"
lalu kamu pergi tanpa mendengar jawaban dariku
saat kamu pergi pun, aku masih berteriak bahwa kamu tidak boleh pergi
aku berharap agar angin berbisik di telingamu
setelah kamu pergi dan membiarkanku hampir mati
dan memaksaku untuk membuang hatimu
tiba-tiba kamu kembali
dan berkata "aku kangen, aku ingin kembali, boleh?"
saat ini aku hanya bisa diam
diamku bukan karena kasihan
aku tidak peduli
melihatmu menangis seperti yang aku lakukan waktu itu
"kamu boleh kembali, sayang. tapi, sekarang aku ingin pergi. boleh?"
Kamis, 21 Mei 2015
Langganan:
Postingan (Atom)
Are Bulan November
“Lalu, apa yang kau ketahui tentang Kelana?” “Tidak ada.” Kau mengembuskan asap rokok dengan hati-hati. Dengan senyum tipis di bibirmu, kau...