Selasa, 04 November 2014

Aku

Aku mengada debu pada sebuah barangkali
Diantara angan dan asa yang diharap nyata
Menyeka linang pada segelintir yang tumpah
Mencerca setiap kata yang terucap tanpa celah
Membinasakan detik demi waktu yang tersisa

Aku mengadu pada setiap yang mengganggu
Tertawa atas segala yang menduri kelabu
Menyipit dengan sendu mengelabui tawa
Menjadikan asa sebagai nyata
Dan mematikan nyata untuk sebuah angan

Awan Hitam & Cahaya

Awan hitam menggelayuti pagi
Menenggelamkan niat mentari untuk menyapa,
Embun pagi yang sedang bercerita tentang malam panjangnya
Sinarnya mulai menyeruak, jatuh mengangin pada tanah tak bertuan
Diantara beberapa puing batu dikerubungi lumut
Meronta menjelajahi lebih dalam ke bawah sana
Meminta untuk menerobos,
Menapaktilasi tempat yang sudah terilas
Mencari lorong waktu untuk enyah ke masa lalu
Demi menembus jutaan tahun cahaya
Awan hitam mewajah cemburu
Memeluk langit meniadakan cahaya
Agar cahaya tetap tinggal 
Dan berhenti mencari jejak masa lalu
Yang pada akhirnya hanya membuat kelu diserta pilu

Are Bulan November

“Lalu, apa yang kau ketahui tentang Kelana?” “Tidak ada.” Kau mengembuskan asap rokok dengan hati-hati.  Dengan senyum tipis di bibirmu, kau...