Selasa, 31 Mei 2016

Salah Sangka

Aku takut salah prasangka

Ketika dugaku tersambar celoteh lalu

Bak angin meniup

Terbang lalu entah kemana

Hilang,

Takut dugaku tak kembali

Melayang,

Ternyata aku salah sangka

Jumat, 27 Mei 2016

Masih Abu-abu

Kau begitu abu-abu dan
Menghadirkan tanya melulu

Tidak bisa pasti mengadakan aku
Tapi menarikku hingga jauh dan terjatuh

Rumah

Gelap,
Aku mulai menyusuri setapak demi setapak,
Jalan yang sudah digerogoti masa
Mencari jalan untuk pulang,
Untuk kembali pada masa dimana ada kita
Ingin rasanya pulang ke rumah
Rumah yang benar-benar rumah
Tanpa tuan penjerat duri

Aku hanya ingin kembali ke rumah
Bertemu kamu yang menderma hati

Hanya rumah,
Dengan tiang-tiang yang sama
Yang kau ciptakan
Dengan alasan kita

(2014)

Rabu, 25 Mei 2016

Bulan Rindu

Bulan pun bisa merindu
Rindu pada cahaya pagi yang tak pernah ia nikmati
Bahkan mungkin lebih merindu
Daripada sosok Adam kepada Hawa
Juga Majnun kepada Laila

Selasa, 24 Mei 2016

Bandara

Aku duduk

Kau juga

Kita, dengan dua gelas kopi
Lalu dipertemukan agar mengerti apa itu kehilangan

Pada bandara yang sunyi, pukul 5 pagi

Kau memilih yang pergi
Belajar agar tak lagi menyiakan

Aku yang ditinggal
Belajar untuk mencari jalan pulang yang tepat

Minggu, 22 Mei 2016

Tak Lagi Teduh

Hujan tak lagi mengantar teduh
Ketika aku ada namun kau memilih
Meniadakanku

Gerimis tak lagi mengadakan rindu
Ketika aku berupaya mendekapmu
Dan kau malar-malar menapisku

Sabtu, 07 Mei 2016

Sebab Ia

Aku suka senja sebab ia bagian dari
malam
Aku suka teduh sebab ia direngkuh
hujan
Aku suka embun sebab ia milik
pagi

Tapi aku hanya suka
Kalau kamu,

Aku sangat suka,

Kemudian sayang,

Sampai cinta benar-benar

Kamis, 05 Mei 2016

Jejak Cinta

Di dekatmu aku tak lagi dapat membuat frasa
Yang dapat kulakukan hanya diam
Mengimbangi tatap matamu yang meninggalkan jejak
Cinta, juga jemari tanganmu yang menjalarkan
Hangat dari sela-selanya
Aah..

Jemarimu

Kau biarkanku terjatuh dengan sekali tatap
matamu,
Lalu kau membunuhku dengan sentuh
jemarimu

Jelak

Kita tak sempat bersua
Ketika aku tiba-tiba terjaga dan
Mulai linglung dengan sekitar
Juga jelak,
Dengan jarak yang tak begitu jauh
Namun mengambil alih sisa langkah yang kita punya
Dan menjadikannya repih ketika 
Rindu ingin bermain disana

Are Bulan November

“Lalu, apa yang kau ketahui tentang Kelana?” “Tidak ada.” Kau mengembuskan asap rokok dengan hati-hati.  Dengan senyum tipis di bibirmu, kau...