Kau namai dirimu dengan hujan
Sedang aku, senja yang berharap tak pernah selesai
Seperti cerita-cerita misteri dibelakang sekolah
Atau siluman buaya putih di kolam ikan milik sekolah
Sama bodohnya? Itu mengalir begitu saja, kau tahu
Ssst, diam!
Aku menikmati ceritanya
(2016)
Kamis, 29 September 2016
Sabtu, 24 September 2016
Cerita Tentang Tuan dan Gadis Gincu
Tuan
Tuan
Tuan
Aku datang
Hendak meminta uang
Untuk membeli gincu
Gadis
Gadis
Gadis
Kemari, tuan beri uang
Tuan meminta itu
Untuk harga kau beli gincu
(2016)
Tuan
Tuan
Aku datang
Hendak meminta uang
Untuk membeli gincu
Gadis
Gadis
Gadis
Kemari, tuan beri uang
Tuan meminta itu
Untuk harga kau beli gincu
(2016)
Rabu, 21 September 2016
Cerita Tentang Cookies
Mari datang, sayang, kemari
Mari datang, sayang
Mari datang
Mari
Sudah aku bersihkan beranda
Secangkir teh hangat di teras depan
Manis, bukan tebu, aku pakai stevia
Dengan empat butir cookies kesukaanmu
Cokelat, cokelat, cokelat, cokelat
Pas empat butir
Delapan kali suap kalau satu cookies dua kali suap
Duabelas kali suap kalau satu cookies tiga kali suap
Kau menyuap sepuluh kali,
Dua cookies dengan cara pertama
Dua cookies dengan cara kedua
Biar adil kau bilang
(2016)
Mari datang, sayang
Mari datang
Mari
Sudah aku bersihkan beranda
Secangkir teh hangat di teras depan
Manis, bukan tebu, aku pakai stevia
Dengan empat butir cookies kesukaanmu
Cokelat, cokelat, cokelat, cokelat
Pas empat butir
Delapan kali suap kalau satu cookies dua kali suap
Duabelas kali suap kalau satu cookies tiga kali suap
Kau menyuap sepuluh kali,
Dua cookies dengan cara pertama
Dua cookies dengan cara kedua
Biar adil kau bilang
(2016)
Selasa, 20 September 2016
Kisah Hujan dan Kaki
Hujan turun lagi
Deras,
Memang tidak sederas kemarin
Tapi aku kehujanan sampai kuyup
*
Ada pecahan beling, juga
Darah, menuntunmu kepadaku di pojok ruangan
Sedang meringkuk
"Darah, beling, awas!" Kau berseru.
Aku memelas, "Aku tak sengaja menginjaknya."
Kau cemas lalu datang
Membersihkan luka dengan tatap iba
"Itu beling yang kau pecahkan semalam." Kataku.
(2016)
Deras,
Memang tidak sederas kemarin
Tapi aku kehujanan sampai kuyup
*
Ada pecahan beling, juga
Darah, menuntunmu kepadaku di pojok ruangan
Sedang meringkuk
"Darah, beling, awas!" Kau berseru.
Aku memelas, "Aku tak sengaja menginjaknya."
Kau cemas lalu datang
Membersihkan luka dengan tatap iba
"Itu beling yang kau pecahkan semalam." Kataku.
(2016)
Langganan:
Postingan (Atom)
Are Bulan November
“Lalu, apa yang kau ketahui tentang Kelana?” “Tidak ada.” Kau mengembuskan asap rokok dengan hati-hati. Dengan senyum tipis di bibirmu, kau...