Sabtu, 19 Mei 2012

kita

Aku disini melihatmu, bayanganmu.
Tidakkah kamu tahu?
Dalam kehampaan aku bercerita tentang aku.... kamu.... kita.
Bercerita kepada ruang hampa.
Bercerita tentang kenangan kita yang mungkin hanya aku yang ingat.
Bercerita tentang singkatnya masa itu.
Bercerita tentang betapa aku menganggapmu lebih.
Ruang hampa tak memberi jawaban, ia hanya terdiam.
Tapi aku tetap bercerita, tanpa ada yang menyahut.
Ruang hampa memang akan tetap diam, tapi dia pendengar setia,
Hingga aku terus bercerita tentang kita.
Sampai aku kehabisan kata-kata.
Hal apa yang harus aku katakan lagi?
Diantara jutaan memori, aku mencari serpihan cerita tentang kita.
Yang mungkin sekarang tidak ada lagi kata tentang kita.
Tapi hanya kamu dengan hidupmu, dan aku dengan hidupku.




Gina Zahra Anjani

Rabu, 16 Mei 2012

kala itu

Kala hujan meruntuhkan alam semesta
Kala air mata menumpahkan segala kesedihan
Kala hampa sedang melanda
Kala hati semakin terluka
Ku coba merasakan
Memejamkan mata dan
Terus mencoba menahan sakit
Hawa dingin makin melanda
Membuat tubuh terhempas 
Dengan seiring bertambah dalamnya kepedihan yang ku rasa
Kucoba mengingat kenangan manis
Hanya kenangan manis
Tiada yang lain
Hanya itu
Dan cukup
Untuk membuatku semakin terluka
Kala itu 




Gina Zahra Anjani

pilu

Embun pagi selalu setia menunggu hingga pagi menjelang
Berlari hingga jauh membawa kebahagiaan 
Rasa lepas hanya dirasa
Tetapi itu semua hanya sementara
Ketika esok hari,
Embun pagi masih setia menunggu hingga pagi menjelang
Mengiringi langkah kaki yang semakin menjauh
Mengiringi kehampaan yang semakin terasa
Membawa cinta yang ada dalam hidup pergi menjauh
Hati ini pilu
Hati ini luka
Akan suatu kepedihan yang terasa
Bahagia ini menjadi duka
Tak dapat hanya kurasa seorang diri
Butuh seseorang
Untuk menelan rasa pahit yang tersisa




Gina Zahra Anjani

memperebutkan cinta

Cinta.
Kamu tahu cinta itu apa?
Aku tidak tahu pasti apa cinta itu.
Yang aku tahu cinta itu mampu membuat anak manusia menangis,
Mampu membuat anak manusia tertawa,
Dan bahkan mampu membuat anak manusia menjadi gila.

Seorang akan menunggu untuk di temukan oleh seorang pencari cinta.
Lalu, bagaimana kalau semua hanya menunggu untuk di temukan oleh sang pencari?
Maka tidak ada yang menjadi si pencari.
Ya, aku akui! bahwa aku hanya ingin menunggu.
Aku tidak ingin mencari, aku hanya ingin di temukan.
Aku hanya merasa takut untuk mencari.
Memperebutkan cinta malah.




Gina Zahra Anjani

Are Bulan November

“Lalu, apa yang kau ketahui tentang Kelana?” “Tidak ada.” Kau mengembuskan asap rokok dengan hati-hati.  Dengan senyum tipis di bibirmu, kau...