Bandara merupakan tempat terakhir yang mengantarkan kita pada sunyi. Menjadi tempat terakhir bagi pelukan erat yang melepas derai air mata dan isakan yang tak terlupakan. Menjadi tempat terakhir, dimana kesendirian menjadi satu-satunya hal yang kita ingat selepasnya. Aku ingat dengan jelas air wajahmu yang sendu meski gelap malam menutup wajahmu separuh. Aku ingat dengan jelas lembut helai rambutmu yang tertiup angin bulan Mei dan sendu-sendu yang mewakili desiran seluruh tubuhmu.
Kita berdua kaku, kau tak berani menatap wajahku meskipun aku berusaha untuk terlihat baik-baik saja. Mungkin kita terlalu kuat, hingga kau paham betul bahwa tidak ada satupun bagian dari tubuhku yang merasa baik. Kau tahu malam itu, angin bertiup dengan kencang. Mencairkan eskrim cokelat kesukaanmu dengan mudah dan membuat sedikit genangan pada genggaman tanganmu. Kau masih diam saat aku mengusap jemarimu. Jari-jarimu dingin dan kaku, entah karena es krim yang menetes di jemarimu atau karena suasana malam itu.
Aku tak melihat jam ditanganku dan bodohnya, aku juga tak melontarkan kalimat kepadamu. Yang kusadari saat ini, aku telah membuang detik yang kita miliki saat itu. Aku yang selalu mematuhi waktu menjadi pengecut kala melihat dirimu yang terus menunduk. Aku seakan lupa bahwa waktu masih mengiringi kita hingga sampai ke tepian. Detik demi detik yang terlewati begitu saja hanya bertemankan suara napas kita. Aku tahu betapa kau berusaha menahan napasmu agar terdengar beraturan. Kau tak menyadari bahwa suara detak jantungmu lebih keras dari hela napasmu.
Maaf, pada malam terakhir yang terbingkai sunyi. Pada isakan tangis yang keluar dari bibirmu yang sesungguhnya sangat kubenci, kau tahu aku tak suka melihatmu menangis. Pada pelukan erat yang menjadi saksi terakhir yang mengantarkan dirimu pada sebuah perpisahan. Maaf, karena kata yang tersusun rapi dalam kepala menjadi beku setelah menyadari waktu dan kesendirian yang akan datang.
Maaf, kepada dirimu seseorang yang sungguh kucintai.
Selamat tinggal dan selamat datang perpisahan.
(2018)