Sabtu, 27 Februari 2021

Surat Untuk Kalandre #SuratDua

Sabtu, Are,

Aku masih menatap langit-langit di kamarku. Aku belum tidur karena hujan turun sangat deras di luar sana, lagi pula ini masih pukul 9 malam. Sore bagimu, bagi kita, waktu terasa berjalan cepat saat kita berpelukan.

Aku menulis surat untukmu, lagi. Dan aku berencana terus menulis surat, sampai yang kau temukan hanya jemariku yang kaku memegang pena dan ragaku terbujur kaku di kursi sebelah ranjang aroma kenangan, di sebelah pigura berisikan potret dua manusia yang saling mencintai meskipun dunia berperang untuk ketiga kalinya. Lalu ada asbak yang dipenuhi abu rokok kesukaanmu dan bungkus roti bakar cokelat keju yang berminyak.

Aku belum berdoa untukmu sejak pukul 6 sore. Aku menghabiskan waktu dan air mataku untuk menangisi kedua orang tuaku. 

Aku selalu bersungguh-sungguh dalam berdoa. Sama seperti ketika aku mengatakan kepadamu bahwa rasa yang dimiliki manusia ini mampu mematahkan rusuknya sendiri. Tapi kau tidak pernah percaya, terlalu mustahil kau bilang. Sedangkan aku terus menenggelamkanmu dalam kemustahilan yang nyata.


(2021)

Rabu, 24 Februari 2021

Surat Untuk Kalandre #SuratSatu

Rabu, Are,

Pukul 1 malam aku terbangun dari tidurku yang baru 5 menit. Dadaku terus-menerus menaungi suara jantung yang tidak beraturan. Agaknya aku mendengar namamu pada tiap detaknya.

Entah puji kepada siapa yang kau agungkan meskipun kita bertuju pada kiblat yang sama, tapi selalu ada doa dimana namamu kutitip pada malaikat. Entah apakah Tuhan terduduk untuk membalas doa dan upayaku dalam bentuk yang nyata, atau Tuhan masih menaruh doaku pada antrian kesekian. Tapi kita sama-sama tahu Tuhan tidak tidur, aku yakin bahkan Tuhan kita tidak mengantuk.

Are, apa doamu malam ini? Apakah ada namaku terselip di dalamnya? Jika memang ada, seperti apa bentuk doa untukku? Apa kau berdoa agar kita bisa bersama, atau kau berdoa agar kita tidak lagi bisa berjumpa?


(2021)

Are Bulan November

“Lalu, apa yang kau ketahui tentang Kelana?” “Tidak ada.” Kau mengembuskan asap rokok dengan hati-hati.  Dengan senyum tipis di bibirmu, kau...