Sabtu, 13 Agustus 2016

Teruntuk Kamu yang Masih Diam pada Satu Masa

Ketika takdir menamainya cinta
Sedang luka yang kau rasa kian duka

Sampai-sampai,


Kau menangis, tapi tidak menangis

Matamu tak sembab, sebab
Tidak menangis, tapi kau menangis

Ah, air matamu hilang, atau


Habis?


Kemudian kau menari ditengah dukamu

Dengan sesak yang membelenggu
Terguyur kepingan masa lalu yang
Menikam jantungmu, kau,

Hatimu mati, namun tengah menari

Kau mati, baru ia mencari


(2016)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Are Bulan November

“Lalu, apa yang kau ketahui tentang Kelana?” “Tidak ada.” Kau mengembuskan asap rokok dengan hati-hati.  Dengan senyum tipis di bibirmu, kau...