Rabu, 06 Agustus 2014

Hujan Musim Kemarau

Ada apa dengan hujan di musim kemarau?
Tiba-tiba menjelma menjadi sebuah tanya tanpa ada sahut
Serupa hati yang membeku dalam sebuah pelukan
Menusuk tiap hening yang tersisa
Hening yang sengaja kau ciptakan
Hening yang senantiasa meninabobokan rindu
Tapi tahukah engkau, bahwa rindu ini tak mudah dininabobokan
Mungkin tidak ada lagi kata dalam ucapmu
Hanya sebuah isyarat pertanda pilu
Dan aku yakin itu bukan sebuah kelu
Mengapa kau ciptakan hujan di musim kemarau?
Layak ruang yang kau ciptakan dalam sebuah peti mati yang sempit
Memaksa untuk menepi hingga lebur yang tersisa

Bagiku kamu adalah hujan
Tapi bagimu, aku hanyalah kemarau
Kemarau membutuhkan hujan
Tapi sepertinya hujan tidak menginginkan kemarau
Serupa benang tak kuat menahan layangan tinggi,
Aku mencoba membiarkanmu pergi
Membiarkan hujanmu membanjiri kemarauku
Sampai pada akhirnya,
Kau tenggelam dalam hujan yang kau buat
Aku tak bisa berbuat apa-apa
Karena pada saat itu, 
Kemarau telah pindah untuk berbagi musim dengan hujan yang lain




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Are Bulan November

“Lalu, apa yang kau ketahui tentang Kelana?” “Tidak ada.” Kau mengembuskan asap rokok dengan hati-hati.  Dengan senyum tipis di bibirmu, kau...