Rabu, 04 Juli 2012
LIFE
LIFE'S ALL ABOUT CHOICES
you can choice what you want. you can take one of two choices. in your life, maybe sometimes you need people around you, for make you sure with your choice. because, when you make a decission, you must deal with the consequences. sure with your choice if you really know that is better for you.
WITH OR WITHOUT
if you make a decission, example: "you taken by someone. and she/he make a promise they won't leave you, forever." whether you'll trust that? you just dilemma. you have to ask with someone understand you, (friends or family) but if they say "oh my god, you dilemma. don't believe that!" you'll arguing with them. "no. she/he is better for me! and she/he won't leave me!" so, you thinking their wrong. so you feel you just have to ask to yourself. and you think with or without people around you, you can decide it yourself. But, surely you really need people around you. you can feel it when you feel broken/sad.
WISHES
in your life, surely you have a wishes. maybe, you want get a good family, a best friends, a nice girl/boyfriend, graduates school, your ambition achieved, married with someone you love, have a nice child and so on. you know and you realize, all of you want is pleasure, you don't want sadness. like a broken home, your best friend go away, broken hearts, death and you fall to chasm of regret. but you must realize, life can't forever be nice. you must receive all of happened.
YOU HAVE TO FIGHT FOR IT! FOR YOUR LIFE.......
Jumat, 15 Juni 2012
quote
"Jangan sia-siakan orang yang kamu sayangi demi orang baru yang hanya kamu sukai/kagumi. Karena kamu hanya dapat memilih satu diantara dua. Saat kamu sudah bersama orang yang kamu sayangi dan kamu meninggalkannya demi orang lain, maka kamu akan sangat menyesal nantinya. Karena di saat kamu ingin kembali pada pilihan pertama, pilihan itu sudah menjadi abu."
Gina Zahra Anjani
Rabu, 13 Juni 2012
milik semua cinta
Cinta bukan hanya milik kamu, bukan juga dia, dan bukan juga aku.
Cinta milik semua orang yang menyadari bahwa di tengah-tengah mereka berada, ada cinta.
Cinta milik orang yang mau mengakui bahwa cinta itu anugerah.
Cinta juga milik orang yang mau bersabar dan berusaha.
Cinta bukan hanya untuk sang kekasih.
Aku cinta semua, semua yang aku anggap bisa aku cintai.
Aku merasakan cinta, cinta kedua orangtuaku.
Aku cinta hidupku, hidup yang tidak sempurna.
Bukankah dalam hidup tidak harus sempurna?
Asal kita punya apa yang kita butuhkan.
Yang kita inginkan hanya sisi lain kebutuhan kita.
Gina Zahra Anjani
cinta
Cinta datang membawa beribu bahagia
Cinta pergi meninggalkan beribu luka
Cinta datang membawa senyuman
Cinta pergi meninggalkan kesedihan
Cinta datang melukiskan perasaan
Cinta pergi menorehkan goresan
Cinta datang membawa kasih
Cinta pergi meninggalkan rindu
Cinta datang merasakan manis
Cinta pergi meninggalkan rasa pahit
Cinta datang membawa mawar
Cinta pergi meninggalkan duri
Cinta datang membawa tawa
Cinta pergi meninggalkan sunyi
Cinta datang membawa pelukan
Cinta pergi meninggalkan haru
Cinta datang membawa kehangatan
Cinta pergi meninggalkan hawa dingin
Cinta datang membawa canda
Cinta pergi meninggalkan tangis
Cinta,
Gina Zahra Anjani
Senin, 11 Juni 2012
kamu itu kopi
Kamu seperti kopi.
Aku dapat menghirup aromanya, merasakan rasa manis yang tercampur pahit.
Merasakan asapnya selagi hangat yang membuat wajah terasa panas.
Membuatku tidak bisa tidur,
Menikmati saat-saat aku merasa kecanduan.
Menikmati saat rasa candu semakin merasuki jiwaku.
Sampai suatu saat aku ingin melepas rasa candu, takut akan terlalu lama rasa candu yg terasa, membuatku tidak bisa tidur dalam jangka waktu yang panjang dan akhirnya membuat sesak di dada.
Aku dapat menghirup aromanya, merasakan rasa manis yang tercampur pahit.
Merasakan asapnya selagi hangat yang membuat wajah terasa panas.
Membuatku tidak bisa tidur,
Menikmati saat-saat aku merasa kecanduan.
Menikmati saat rasa candu semakin merasuki jiwaku.
Sampai suatu saat aku ingin melepas rasa candu, takut akan terlalu lama rasa candu yg terasa, membuatku tidak bisa tidur dalam jangka waktu yang panjang dan akhirnya membuat sesak di dada.
Gina Zahra Anjani
Selasa, 05 Juni 2012
hati kita
Mencoba mengerti dan menanggapi apa yang seharusnya terjadi dan yang seharusnya tidak terjadi.
Mencoba mendengar dengan perlahan.
Mencoba mengatakan ya, aku akan mencobanya, ya, aku sedang berusaha mencobanya, dan, ya, aku telah mencobanya. tidak mencoba melupakan. Untuk apa melupakan? tidak perlu.
Aku masih bisa bertahan hidup tanpa harus melupakan.
Aku masih bisa bertahan hidup tanpa harus kesal karena aku tidak bisa lupa.
Aku bisa bertahan hidup saat aku berkata semua akan baik-baik saja atau kenangan itu aku simpan untuk dijadikan pelajaran.
Tidakkah semua itu dapat di mengerti?
Aku saja dapat mengerti. Usah menggalau hati.
Hati sudah ada pemiliknya, hanya kita saja yang belum mengetahuinya.
Hati kita hanya masih tertutup untuk masa depan, hati kita enggan membukanya, hanya karena sakit di masa lalu, sakit untuk berusaha lupa.
Jangan melupakan. kalaupun harus, biarkan lupa dengan sendirinya.
Jangan memaksa hati untuk lupa.
Hati sudah tau dimana letak ia harus hidup, tinggal, bersemi, nyaman, dan merasa nyata.
Mencoba mendengar dengan perlahan.
Mencoba mengatakan ya, aku akan mencobanya, ya, aku sedang berusaha mencobanya, dan, ya, aku telah mencobanya. tidak mencoba melupakan. Untuk apa melupakan? tidak perlu.
Aku masih bisa bertahan hidup tanpa harus melupakan.
Aku masih bisa bertahan hidup tanpa harus kesal karena aku tidak bisa lupa.
Aku bisa bertahan hidup saat aku berkata semua akan baik-baik saja atau kenangan itu aku simpan untuk dijadikan pelajaran.
Tidakkah semua itu dapat di mengerti?
Aku saja dapat mengerti. Usah menggalau hati.
Hati sudah ada pemiliknya, hanya kita saja yang belum mengetahuinya.
Hati kita hanya masih tertutup untuk masa depan, hati kita enggan membukanya, hanya karena sakit di masa lalu, sakit untuk berusaha lupa.
Jangan melupakan. kalaupun harus, biarkan lupa dengan sendirinya.
Jangan memaksa hati untuk lupa.
Hati sudah tau dimana letak ia harus hidup, tinggal, bersemi, nyaman, dan merasa nyata.
Gina Zahra Anjani
Sabtu, 19 Mei 2012
kita
Aku disini melihatmu, bayanganmu.
Tidakkah kamu tahu?
Dalam kehampaan aku bercerita tentang aku.... kamu.... kita.
Bercerita kepada ruang hampa.
Bercerita tentang kenangan kita yang mungkin hanya aku yang ingat.
Bercerita tentang singkatnya masa itu.
Bercerita tentang betapa aku menganggapmu lebih.
Ruang hampa tak memberi jawaban, ia hanya terdiam.
Tapi aku tetap bercerita, tanpa ada yang menyahut.
Ruang hampa memang akan tetap diam, tapi dia pendengar setia,
Hingga aku terus bercerita tentang kita.
Sampai aku kehabisan kata-kata.
Hal apa yang harus aku katakan lagi?
Diantara jutaan memori, aku mencari serpihan cerita tentang kita.
Yang mungkin sekarang tidak ada lagi kata tentang kita.
Tapi hanya kamu dengan hidupmu, dan aku dengan hidupku.
Tidakkah kamu tahu?
Dalam kehampaan aku bercerita tentang aku.... kamu.... kita.
Bercerita kepada ruang hampa.
Bercerita tentang kenangan kita yang mungkin hanya aku yang ingat.
Bercerita tentang singkatnya masa itu.
Bercerita tentang betapa aku menganggapmu lebih.
Ruang hampa tak memberi jawaban, ia hanya terdiam.
Tapi aku tetap bercerita, tanpa ada yang menyahut.
Ruang hampa memang akan tetap diam, tapi dia pendengar setia,
Hingga aku terus bercerita tentang kita.
Sampai aku kehabisan kata-kata.
Hal apa yang harus aku katakan lagi?
Diantara jutaan memori, aku mencari serpihan cerita tentang kita.
Yang mungkin sekarang tidak ada lagi kata tentang kita.
Tapi hanya kamu dengan hidupmu, dan aku dengan hidupku.
Gina Zahra Anjani
Rabu, 16 Mei 2012
kala itu
Kala hujan meruntuhkan alam semesta
Kala air mata menumpahkan segala kesedihan
Kala hampa sedang melanda
Kala hati semakin terluka
Ku coba merasakan
Memejamkan mata dan
Terus mencoba menahan sakit
Hawa dingin makin melanda
Membuat tubuh terhempas
Dengan seiring bertambah dalamnya kepedihan yang ku rasa
Kucoba mengingat kenangan manis
Hanya kenangan manis
Tiada yang lain
Hanya itu
Dan cukup
Untuk membuatku semakin terluka
Kala itu
Gina Zahra Anjani
pilu
Embun pagi selalu setia menunggu hingga pagi menjelang
Berlari hingga jauh membawa kebahagiaan
Rasa lepas hanya dirasa
Tetapi itu semua hanya sementara
Ketika esok hari,
Embun pagi masih setia menunggu hingga pagi menjelang
Mengiringi langkah kaki yang semakin menjauh
Mengiringi kehampaan yang semakin terasa
Membawa cinta yang ada dalam hidup pergi menjauh
Hati ini pilu
Hati ini luka
Akan suatu kepedihan yang terasa
Bahagia ini menjadi duka
Tak dapat hanya kurasa seorang diri
Butuh seseorang
Untuk menelan rasa pahit yang tersisa
Gina Zahra Anjani
memperebutkan cinta
Cinta.
Kamu tahu cinta itu apa?
Aku tidak tahu pasti apa cinta itu.
Yang aku tahu cinta itu mampu membuat anak manusia menangis,
Mampu membuat anak manusia tertawa,
Dan bahkan mampu membuat anak manusia menjadi gila.
Seorang akan menunggu untuk di temukan oleh seorang pencari cinta.
Lalu, bagaimana kalau semua hanya menunggu untuk di temukan oleh sang pencari?
Maka tidak ada yang menjadi si pencari.
Ya, aku akui! bahwa aku hanya ingin menunggu.
Aku tidak ingin mencari, aku hanya ingin di temukan.
Aku hanya merasa takut untuk mencari.
Memperebutkan cinta malah.
Kamu tahu cinta itu apa?
Aku tidak tahu pasti apa cinta itu.
Yang aku tahu cinta itu mampu membuat anak manusia menangis,
Mampu membuat anak manusia tertawa,
Dan bahkan mampu membuat anak manusia menjadi gila.
Seorang akan menunggu untuk di temukan oleh seorang pencari cinta.
Lalu, bagaimana kalau semua hanya menunggu untuk di temukan oleh sang pencari?
Maka tidak ada yang menjadi si pencari.
Ya, aku akui! bahwa aku hanya ingin menunggu.
Aku tidak ingin mencari, aku hanya ingin di temukan.
Aku hanya merasa takut untuk mencari.
Memperebutkan cinta malah.
Gina Zahra Anjani
Langganan:
Postingan (Atom)
Are Bulan November
“Lalu, apa yang kau ketahui tentang Kelana?” “Tidak ada.” Kau mengembuskan asap rokok dengan hati-hati. Dengan senyum tipis di bibirmu, kau...