Selasa, 05 Juni 2012

hati kita

Mencoba mengerti dan menanggapi apa yang seharusnya terjadi dan yang seharusnya tidak terjadi.
Mencoba mendengar dengan perlahan.
Mencoba mengatakan ya, aku akan mencobanya, ya, aku sedang berusaha mencobanya, dan, ya, aku telah mencobanya. tidak mencoba melupakan. Untuk apa melupakan? tidak perlu.
Aku masih bisa bertahan hidup tanpa harus melupakan.
Aku masih bisa bertahan hidup tanpa harus kesal karena aku tidak bisa lupa.
Aku bisa bertahan hidup saat aku berkata semua akan baik-baik saja atau kenangan itu aku simpan untuk dijadikan pelajaran.
Tidakkah semua itu dapat di mengerti?
Aku saja dapat mengerti. Usah menggalau hati.
Hati sudah ada pemiliknya, hanya kita saja yang belum mengetahuinya.
Hati kita hanya masih tertutup untuk masa depan, hati kita enggan membukanya, hanya karena sakit di masa lalu, sakit untuk berusaha lupa.
Jangan melupakan. kalaupun harus, biarkan lupa dengan sendirinya.
Jangan memaksa hati untuk lupa.
Hati sudah tau dimana letak ia harus hidup, tinggal, bersemi, nyaman, dan merasa nyata.




Gina Zahra Anjani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Are Bulan November

“Lalu, apa yang kau ketahui tentang Kelana?” “Tidak ada.” Kau mengembuskan asap rokok dengan hati-hati.  Dengan senyum tipis di bibirmu, kau...