Pagi ini dingin
Seperti sorot mataku yang melepas punggungmu
Menjauh dari keningku
Tak ada apa-apa disana selain hitam dan putih
Tak lagi kutemui warna jingga dari bibirmu yang terbingkai cemas
Kala pamit untuk berhenti
Aku mematung,
Derak tiang yang sejak awal membisu kini jengang
Aku terlambat menghitung jejak yang kau tinggal dan
Lagi-lagi aku terlambat,
Kau sudah hilang dan kusadar kau hanya bayangan
(2017)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Are Bulan November
“Lalu, apa yang kau ketahui tentang Kelana?” “Tidak ada.” Kau mengembuskan asap rokok dengan hati-hati. Dengan senyum tipis di bibirmu, kau...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar