Kamis, 17 Januari 2013
Rindu Dalam Hujan
Hujan itu turun lagi. Jendela kamarku terhujani lagi. Aku selalu menyukai saat-saat dimana hujan turun menghujam bumi, melihat saat rintik-rintik air hujan turun, mendengar saat hujan bergantian menampar tanah. Menatap sendu, tatapan kosong namun penuh arti. Menyelipkan sedikit ruang yang terpenuhi rindu dalam hujan. Rindu yang sampai kapanpun tetap diam merindu. Tidak ada ucapan, tidak ada tatapan, dan tidak ada sentuhan. Rindu yang sampai kapanpun tetap membungkam dalam hening. Hening di keramaian hujan. Merasa kosong dalam hati. Rindu yang sampai kapanpun tidak pernah kamu rasakan, karena rindu ini berjatuhan mengikuti air hujan dan terkumpul menjadi genangan. Genangan air mata.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Are Bulan November
“Lalu, apa yang kau ketahui tentang Kelana?” “Tidak ada.” Kau mengembuskan asap rokok dengan hati-hati. Dengan senyum tipis di bibirmu, kau...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar