Yang ku takutkan
Dari sebuah perjalanan
Dan kembara jauh adalah
Disaat aku merindukan rumah
Tapi aku tidak bisa pulang
Rabu, 15 Juni 2016
Selasa, 14 Juni 2016
Perihal Rindu
Tak ada yang kutahu perihal menahan rindu
Yang kupaham benar,
Rindu ini telah sampai padanya puncak yang merembang
Dan siap luruh begitu kau menjeremba
Lalu aku telak rebah dalam dekap
Rabu, 08 Juni 2016
Waktu
Aku tak tahu apa yang dikatakan waktu
Ketika ruang tak memberi kita jarak dan
Semesta menghadirkanmu jelma rindu yang tak pernah usai
Dan waktu,
Apakah ia mendengar detak jantungku yang berantakan?
Ataukah malah waktu,
Yang mengunuskan pedang jelma tatap matamu?
Ketika ruang tak memberi kita jarak dan
Semesta menghadirkanmu jelma rindu yang tak pernah usai
Dan waktu,
Apakah ia mendengar detak jantungku yang berantakan?
Ataukah malah waktu,
Yang mengunuskan pedang jelma tatap matamu?
Selasa, 31 Mei 2016
Salah Sangka
Aku takut salah prasangka
Ketika dugaku tersambar celoteh lalu
Bak angin meniup
Terbang lalu entah kemana
Hilang,
Takut dugaku tak kembali
Melayang,
Ternyata aku salah sangka
Ketika dugaku tersambar celoteh lalu
Bak angin meniup
Terbang lalu entah kemana
Hilang,
Takut dugaku tak kembali
Melayang,
Ternyata aku salah sangka
Jumat, 27 Mei 2016
Masih Abu-abu
Kau begitu abu-abu dan
Menghadirkan tanya melulu
Tidak bisa pasti mengadakan aku
Tapi menarikku hingga jauh dan terjatuh
Menghadirkan tanya melulu
Tidak bisa pasti mengadakan aku
Tapi menarikku hingga jauh dan terjatuh
Rumah
Gelap,
Aku mulai menyusuri setapak demi setapak,
Jalan yang sudah digerogoti masa
Mencari jalan untuk pulang,
Untuk kembali pada masa dimana ada kita
Ingin rasanya pulang ke rumah
Rumah yang benar-benar rumah
Tanpa tuan penjerat duri
Tanpa tuan penjerat duri
Aku hanya ingin kembali ke rumah
Bertemu kamu yang menderma hati
Hanya rumah,
Dengan tiang-tiang yang sama
Yang kau ciptakan
Dengan alasan kita
(2014)
(2014)
Rabu, 25 Mei 2016
Bulan Rindu
Bulan pun bisa merindu
Rindu pada cahaya pagi yang tak pernah ia nikmati
Bahkan mungkin lebih merindu
Daripada sosok Adam kepada Hawa
Juga Majnun kepada Laila
Rindu pada cahaya pagi yang tak pernah ia nikmati
Bahkan mungkin lebih merindu
Daripada sosok Adam kepada Hawa
Juga Majnun kepada Laila
Selasa, 24 Mei 2016
Bandara
Aku duduk
Kau juga
Kita, dengan dua gelas kopi
Lalu dipertemukan agar mengerti apa itu kehilangan
Pada bandara yang sunyi, pukul 5 pagi
Kau memilih yang pergi
Belajar agar tak lagi menyiakan
Aku yang ditinggal
Belajar untuk mencari jalan pulang yang tepat
Kau juga
Kita, dengan dua gelas kopi
Lalu dipertemukan agar mengerti apa itu kehilangan
Pada bandara yang sunyi, pukul 5 pagi
Kau memilih yang pergi
Belajar agar tak lagi menyiakan
Aku yang ditinggal
Belajar untuk mencari jalan pulang yang tepat
Minggu, 22 Mei 2016
Tak Lagi Teduh
Hujan tak lagi mengantar teduh
Ketika aku ada namun kau memilih
Meniadakanku
Gerimis tak lagi mengadakan rindu
Ketika aku berupaya mendekapmu
Dan kau malar-malar menapisku
Ketika aku ada namun kau memilih
Meniadakanku
Gerimis tak lagi mengadakan rindu
Ketika aku berupaya mendekapmu
Dan kau malar-malar menapisku
Sabtu, 07 Mei 2016
Sebab Ia
Aku suka senja sebab ia bagian dari
malam
Aku suka teduh sebab ia direngkuh
hujan
Aku suka embun sebab ia milik
pagi
Tapi aku hanya suka
Kalau kamu,
Aku sangat suka,
Kemudian sayang,
Sampai cinta benar-benar
malam
Aku suka teduh sebab ia direngkuh
hujan
Aku suka embun sebab ia milik
pagi
Tapi aku hanya suka
Kalau kamu,
Aku sangat suka,
Kemudian sayang,
Sampai cinta benar-benar
Kamis, 05 Mei 2016
Jejak Cinta
Di dekatmu aku tak lagi dapat membuat frasa
Yang dapat kulakukan hanya diam
Mengimbangi tatap matamu yang meninggalkan jejak
Cinta, juga jemari tanganmu yang menjalarkan
Hangat dari sela-selanya
Aah..
Yang dapat kulakukan hanya diam
Mengimbangi tatap matamu yang meninggalkan jejak
Cinta, juga jemari tanganmu yang menjalarkan
Hangat dari sela-selanya
Aah..
Langganan:
Postingan (Atom)
Are Bulan November
“Lalu, apa yang kau ketahui tentang Kelana?” “Tidak ada.” Kau mengembuskan asap rokok dengan hati-hati. Dengan senyum tipis di bibirmu, kau...