Aku mencoba berdamai dengan hatiku
Ketika luka yang kau cipta mulai menyusun
Cerita
Aku mencoba berdamai dengan hampa
Ketika ruang diantara kita mulai membentuk
Dimensi berbeda
Kau bilang tak sengaja,
Setelah aku terjatuh kemudian lumpuh, lalu
Mengembara masih dengan tanya pada benak
Mengapa kau begitu abu-abu?
Kamis, 07 April 2016
Jumat, 22 Januari 2016
Jangan
Jangan berjanji kepadaku
Karena aku tidak butuh rayu
Apabila memang diharuskan berjanji,
Maka, berjanjilah,
Dengan kadar yang wajar dan
Biarlah janji menjadi pengingat,
Bahwa ada hati yang selalu terjaga
Untuk kemudian siap dijaga
Senin, 11 Januari 2016
Janji Teduh
Aku bercerita kepada langit kelabu
Tentang teduh yang dibawanya saat mampir
Aku bercerita kepada hujan
Tentang teduh yang merapal janjinya di penghujung sepi
Teduh yang ku ceritakan,
Akan memelukku dalam setiap rintikmu,
Menemani riak yang menggenang dan
Bau tanah mengharum
Akan mendekapku tatkala sepi
Meninabobokan rindu yang tak pernah sampai
Dan sunyi, diantara deru-deru yang memutar sunyata
Janji teduh kepadaku
Tentang teduh yang dibawanya saat mampir
Aku bercerita kepada hujan
Tentang teduh yang merapal janjinya di penghujung sepi
Teduh yang ku ceritakan,
Akan memelukku dalam setiap rintikmu,
Menemani riak yang menggenang dan
Bau tanah mengharum
Akan mendekapku tatkala sepi
Meninabobokan rindu yang tak pernah sampai
Dan sunyi, diantara deru-deru yang memutar sunyata
Janji teduh kepadaku
Rabu, 06 Januari 2016
Titik [.]
Kau tahu aku membenci titik
Karena tugasnya adalah mengakhiri
Dengan sengaja, kau mengubah
Dirimu jelma sebuah titik
Kau bilang aku adalah tanda tanya
Karena aku menyimpan seluruh,
Tanya yang bernaung di benakmu yang
Tak jua kau temukan jawabnya
Hingga kau memilih titik untuk mengakhiri segalanya
Karena tugasnya adalah mengakhiri
Dengan sengaja, kau mengubah
Dirimu jelma sebuah titik
Kau bilang aku adalah tanda tanya
Karena aku menyimpan seluruh,
Tanya yang bernaung di benakmu yang
Tak jua kau temukan jawabnya
Hingga kau memilih titik untuk mengakhiri segalanya
Sabtu, 31 Oktober 2015
Terjela Tanpa Jelah
Kau biarkan aku terjela
Diselimuti gelap, tak ada jelah
Kau ku biarkan,
Masuk jauh hingga ke dalam
Ku kira aku menjerat,
Ternyata akulah yang terjerat dan
Terjela tanpa jelah
Sabtu, 12 September 2015
Kosong
Tak ada beda hatimu dengan almari tua
Kosong, rapuh, mungkin berdebu
Bagai gila kau tampak di cermin
Kaku, dingin
Mungkin kabut, tebal
Bekas masa lalu yang tak ingin dilalui
Membentengi hatimu
Hingga tak ada lagi yang berkunjung
Dan membuatmu tak ingin lagi keluar
Sabtu, 05 September 2015
Ada Apa?
Ini hari tak sedang mendung
Tapi hatiku begitu murung
Aku beku dan mematung
Ada apa?
Ada warna pada dirimu
Lebih indah dari mejikuhibiniu
Terus berotasi dalam ingatanku
Ada apa?
Tapi hatiku begitu murung
Aku beku dan mematung
Ada apa?
Ada warna pada dirimu
Lebih indah dari mejikuhibiniu
Terus berotasi dalam ingatanku
Ada apa?
Rindu
Tempias hujan menyingkirkan debu
Aroma tanah tak lagi membisu
Aku tak mengerti,
Mengapa malam ini terasa begitu sendu
Apakah,
Karena aku, rindu?
Aroma tanah tak lagi membisu
Aku tak mengerti,
Mengapa malam ini terasa begitu sendu
Apakah,
Karena aku, rindu?
Kamis, 25 Juni 2015
Itu, Aku
ini tempat tidak ada yang mencari cinta
pada bayang nyata yang diam
diikat kawat menjerit, menangis terjerat duri
aku lelah menatap bayangnya, jera
itu aku
pada bayang nyata yang diam
diikat kawat menjerit, menangis terjerat duri
aku lelah menatap bayangnya, jera
itu aku
Rabu, 10 Juni 2015
Sebelum Ini Terjadi
aku sangat rapuh, saat ini
yang kulakukan hanya membaca ulang semua pesan-pesan kita
aku melihat betapa kita sangat bahagia
dalam pesan usang yang telah lama menyemat luka
kau tahu, sebelum hal ini terjadi
sekarang aku
tak tahu bagaimana mengakhirinya
dibelenggu memori didekap luka
aku pernah membencimu
meskipun tak bisa lama, hanya sekali
yang ku ingat
mendengar segala hal yang tak ingin ku dengar
dari bibir ranum milik orang yang selalu ku rindukan
apakah sebuah kesalahan,
jika yang ku inginkan hanyalah dirimu?
aku rindu arti sebuah kita
tentu saja kita dalam arti aku dan kamu, bukan yang lain
karena aku hanya pernah memilikimu, dan itu masih terus dalam harapku
aku rindu kamu
beberapa kalimat cinta dari mulutmu
dan membuatku tersenyum hangat
memerah
aku rindu caramu mengatakan bahwa aku,
cantik
juga dengan senyummu saat melihat tingkah konyolku
bagaimana caramu memandangku lekat dalam
waktu yang sangat lama
dan 3 kata yang paling ku rindukan,
aku sayang kamu
aku rindu segala hal tentang dirimu
begitu juga segala hal yang kau lakukan
sebelum hal ini terjadi, tentu saja
tapi, hal ini pun terjadi
aku masih mencintaimu, kau tahu?
itu bukan sebuah tapi
aku rindu kamu
bisakah kita kembali dan memulai segalanya dari awal
lagi?
yang kulakukan hanya membaca ulang semua pesan-pesan kita
aku melihat betapa kita sangat bahagia
dalam pesan usang yang telah lama menyemat luka
kau tahu, sebelum hal ini terjadi
sekarang aku
tak tahu bagaimana mengakhirinya
dibelenggu memori didekap luka
aku pernah membencimu
meskipun tak bisa lama, hanya sekali
yang ku ingat
mendengar segala hal yang tak ingin ku dengar
dari bibir ranum milik orang yang selalu ku rindukan
apakah sebuah kesalahan,
jika yang ku inginkan hanyalah dirimu?
aku rindu arti sebuah kita
tentu saja kita dalam arti aku dan kamu, bukan yang lain
karena aku hanya pernah memilikimu, dan itu masih terus dalam harapku
aku rindu kamu
beberapa kalimat cinta dari mulutmu
dan membuatku tersenyum hangat
memerah
aku rindu caramu mengatakan bahwa aku,
cantik
juga dengan senyummu saat melihat tingkah konyolku
bagaimana caramu memandangku lekat dalam
waktu yang sangat lama
dan 3 kata yang paling ku rindukan,
aku sayang kamu
aku rindu segala hal tentang dirimu
begitu juga segala hal yang kau lakukan
sebelum hal ini terjadi, tentu saja
tapi, hal ini pun terjadi
aku masih mencintaimu, kau tahu?
itu bukan sebuah tapi
aku rindu kamu
bisakah kita kembali dan memulai segalanya dari awal
lagi?
Sabtu, 06 Juni 2015
Jangan Hilang
aku mengerti jika semua yang kulakukan
membuatmu muak
kau bilang bosan dengan semua kata maafku, tapi
jangan menghilang, tolong!
aku mulai sesak dan biru
kalau separuh dari diriku saja sengaja ingin hilang
disini aku rindu, dan itu indah
namun hanya untukku saja
kamu, sementara pun tak ada
aku merangkak menghampirimu, ngilu
mengiba atas diriku yang rapuh
jika kamu ingin hilang
jadi, jangan hilang
atau berusaha menghilang
paling tidak sampai aku siap,
apa? curang katamu?
ternyata kamu paling mengerti diriku
aku memang tak akan pernah siap
tapi apa kamu siap untuk hilang?
jujur dalam hatimu, aku tahu kau pun tak akan pernah siap
seperti aku
membuatmu muak
kau bilang bosan dengan semua kata maafku, tapi
jangan menghilang, tolong!
aku mulai sesak dan biru
kalau separuh dari diriku saja sengaja ingin hilang
disini aku rindu, dan itu indah
namun hanya untukku saja
kamu, sementara pun tak ada
aku merangkak menghampirimu, ngilu
mengiba atas diriku yang rapuh
jika kamu ingin hilang
jadi, jangan hilang
atau berusaha menghilang
paling tidak sampai aku siap,
apa? curang katamu?
ternyata kamu paling mengerti diriku
aku memang tak akan pernah siap
tapi apa kamu siap untuk hilang?
jujur dalam hatimu, aku tahu kau pun tak akan pernah siap
seperti aku
Langganan:
Postingan (Atom)
Are Bulan November
“Lalu, apa yang kau ketahui tentang Kelana?” “Tidak ada.” Kau mengembuskan asap rokok dengan hati-hati. Dengan senyum tipis di bibirmu, kau...