ini tempat tidak ada yang mencari cinta
pada bayang nyata yang diam
diikat kawat menjerit, menangis terjerat duri
aku lelah menatap bayangnya, jera
itu aku
Kamis, 25 Juni 2015
Rabu, 10 Juni 2015
Sebelum Ini Terjadi
aku sangat rapuh, saat ini
yang kulakukan hanya membaca ulang semua pesan-pesan kita
aku melihat betapa kita sangat bahagia
dalam pesan usang yang telah lama menyemat luka
kau tahu, sebelum hal ini terjadi
sekarang aku
tak tahu bagaimana mengakhirinya
dibelenggu memori didekap luka
aku pernah membencimu
meskipun tak bisa lama, hanya sekali
yang ku ingat
mendengar segala hal yang tak ingin ku dengar
dari bibir ranum milik orang yang selalu ku rindukan
apakah sebuah kesalahan,
jika yang ku inginkan hanyalah dirimu?
aku rindu arti sebuah kita
tentu saja kita dalam arti aku dan kamu, bukan yang lain
karena aku hanya pernah memilikimu, dan itu masih terus dalam harapku
aku rindu kamu
beberapa kalimat cinta dari mulutmu
dan membuatku tersenyum hangat
memerah
aku rindu caramu mengatakan bahwa aku,
cantik
juga dengan senyummu saat melihat tingkah konyolku
bagaimana caramu memandangku lekat dalam
waktu yang sangat lama
dan 3 kata yang paling ku rindukan,
aku sayang kamu
aku rindu segala hal tentang dirimu
begitu juga segala hal yang kau lakukan
sebelum hal ini terjadi, tentu saja
tapi, hal ini pun terjadi
aku masih mencintaimu, kau tahu?
itu bukan sebuah tapi
aku rindu kamu
bisakah kita kembali dan memulai segalanya dari awal
lagi?
yang kulakukan hanya membaca ulang semua pesan-pesan kita
aku melihat betapa kita sangat bahagia
dalam pesan usang yang telah lama menyemat luka
kau tahu, sebelum hal ini terjadi
sekarang aku
tak tahu bagaimana mengakhirinya
dibelenggu memori didekap luka
aku pernah membencimu
meskipun tak bisa lama, hanya sekali
yang ku ingat
mendengar segala hal yang tak ingin ku dengar
dari bibir ranum milik orang yang selalu ku rindukan
apakah sebuah kesalahan,
jika yang ku inginkan hanyalah dirimu?
aku rindu arti sebuah kita
tentu saja kita dalam arti aku dan kamu, bukan yang lain
karena aku hanya pernah memilikimu, dan itu masih terus dalam harapku
aku rindu kamu
beberapa kalimat cinta dari mulutmu
dan membuatku tersenyum hangat
memerah
aku rindu caramu mengatakan bahwa aku,
cantik
juga dengan senyummu saat melihat tingkah konyolku
bagaimana caramu memandangku lekat dalam
waktu yang sangat lama
dan 3 kata yang paling ku rindukan,
aku sayang kamu
aku rindu segala hal tentang dirimu
begitu juga segala hal yang kau lakukan
sebelum hal ini terjadi, tentu saja
tapi, hal ini pun terjadi
aku masih mencintaimu, kau tahu?
itu bukan sebuah tapi
aku rindu kamu
bisakah kita kembali dan memulai segalanya dari awal
lagi?
Sabtu, 06 Juni 2015
Jangan Hilang
aku mengerti jika semua yang kulakukan
membuatmu muak
kau bilang bosan dengan semua kata maafku, tapi
jangan menghilang, tolong!
aku mulai sesak dan biru
kalau separuh dari diriku saja sengaja ingin hilang
disini aku rindu, dan itu indah
namun hanya untukku saja
kamu, sementara pun tak ada
aku merangkak menghampirimu, ngilu
mengiba atas diriku yang rapuh
jika kamu ingin hilang
jadi, jangan hilang
atau berusaha menghilang
paling tidak sampai aku siap,
apa? curang katamu?
ternyata kamu paling mengerti diriku
aku memang tak akan pernah siap
tapi apa kamu siap untuk hilang?
jujur dalam hatimu, aku tahu kau pun tak akan pernah siap
seperti aku
membuatmu muak
kau bilang bosan dengan semua kata maafku, tapi
jangan menghilang, tolong!
aku mulai sesak dan biru
kalau separuh dari diriku saja sengaja ingin hilang
disini aku rindu, dan itu indah
namun hanya untukku saja
kamu, sementara pun tak ada
aku merangkak menghampirimu, ngilu
mengiba atas diriku yang rapuh
jika kamu ingin hilang
jadi, jangan hilang
atau berusaha menghilang
paling tidak sampai aku siap,
apa? curang katamu?
ternyata kamu paling mengerti diriku
aku memang tak akan pernah siap
tapi apa kamu siap untuk hilang?
jujur dalam hatimu, aku tahu kau pun tak akan pernah siap
seperti aku
Aku Takut
aku takut kamu pergi
melepas segalanya, termasuk aku
aku takut kamu hilang
sengaja menghilang agar tak kutemukan
aku takut kamu jemu
dengan segala hal yang ku lakukan
atau,
kamu memang sudah jemu?
melepas segalanya, termasuk aku
aku takut kamu hilang
sengaja menghilang agar tak kutemukan
aku takut kamu jemu
dengan segala hal yang ku lakukan
atau,
kamu memang sudah jemu?
Kamis, 21 Mei 2015
Boleh?
waktu itu kamu hanya bisa diam
saat suara dan isak tangisku berlomba untuk
mempertanyakan, "apa yang salah dengan kita?"
kamu diam dan sesekali menjawab,
"tidak ada yang salah, aku hanya ingin pergi, boleh?"
lalu kamu pergi tanpa mendengar jawaban dariku
saat kamu pergi pun, aku masih berteriak bahwa kamu tidak boleh pergi
aku berharap agar angin berbisik di telingamu
setelah kamu pergi dan membiarkanku hampir mati
dan memaksaku untuk membuang hatimu
tiba-tiba kamu kembali
dan berkata "aku kangen, aku ingin kembali, boleh?"
saat ini aku hanya bisa diam
diamku bukan karena kasihan
aku tidak peduli
melihatmu menangis seperti yang aku lakukan waktu itu
"kamu boleh kembali, sayang. tapi, sekarang aku ingin pergi. boleh?"
saat suara dan isak tangisku berlomba untuk
mempertanyakan, "apa yang salah dengan kita?"
kamu diam dan sesekali menjawab,
"tidak ada yang salah, aku hanya ingin pergi, boleh?"
lalu kamu pergi tanpa mendengar jawaban dariku
saat kamu pergi pun, aku masih berteriak bahwa kamu tidak boleh pergi
aku berharap agar angin berbisik di telingamu
setelah kamu pergi dan membiarkanku hampir mati
dan memaksaku untuk membuang hatimu
tiba-tiba kamu kembali
dan berkata "aku kangen, aku ingin kembali, boleh?"
saat ini aku hanya bisa diam
diamku bukan karena kasihan
aku tidak peduli
melihatmu menangis seperti yang aku lakukan waktu itu
"kamu boleh kembali, sayang. tapi, sekarang aku ingin pergi. boleh?"
Selasa, 30 Desember 2014
-
kita adalah dua orang berbeda
yang tak saling mengenal untuk perlahan memiliki debar yang sama
debar yang berpacu karena cinta
cinta yang perlahan menghadirkan rindu
rindu yang kadang menghadirkan kamu dalam,
bentuk bayang nyata padahal
itu hanya imajinasiku saja?
apakah memang begitu cara rindu menggila?
yang tak saling mengenal untuk perlahan memiliki debar yang sama
debar yang berpacu karena cinta
cinta yang perlahan menghadirkan rindu
rindu yang kadang menghadirkan kamu dalam,
bentuk bayang nyata padahal
itu hanya imajinasiku saja?
apakah memang begitu cara rindu menggila?
Selasa, 04 November 2014
Aku
Aku mengada debu pada sebuah barangkali
Diantara angan dan asa yang diharap nyata
Menyeka linang pada segelintir yang tumpah
Mencerca setiap kata yang terucap tanpa celah
Membinasakan detik demi waktu yang tersisa
Aku mengadu pada setiap yang mengganggu
Tertawa atas segala yang menduri kelabu
Menyipit dengan sendu mengelabui tawa
Menjadikan asa sebagai nyata
Dan mematikan nyata untuk sebuah angan
Menyeka linang pada segelintir yang tumpah
Mencerca setiap kata yang terucap tanpa celah
Membinasakan detik demi waktu yang tersisa
Aku mengadu pada setiap yang mengganggu
Tertawa atas segala yang menduri kelabu
Menyipit dengan sendu mengelabui tawa
Menjadikan asa sebagai nyata
Dan mematikan nyata untuk sebuah angan
Awan Hitam & Cahaya
Awan hitam menggelayuti pagi
Menenggelamkan niat mentari untuk menyapa,
Embun pagi yang sedang bercerita tentang malam panjangnya
Sinarnya mulai menyeruak, jatuh mengangin pada tanah tak bertuan
Diantara beberapa puing batu dikerubungi lumut
Meronta menjelajahi lebih dalam ke bawah sana
Meminta untuk menerobos,
Menapaktilasi tempat yang sudah terilas
Mencari lorong waktu untuk enyah ke masa lalu
Demi menembus jutaan tahun cahaya
Awan hitam mewajah cemburu
Memeluk langit meniadakan cahaya
Agar cahaya tetap tinggal
Dan berhenti mencari jejak masa lalu
Yang pada akhirnya hanya membuat kelu diserta pilu
Sabtu, 27 September 2014
Matamu
Aku suka menatap langit malam
Serupa gelap matamu yang menyapa sepi
Aku suka menatap rona senja
Serupa binar matamu ditengah jelaga
Serupa gelap matamu yang menyapa sepi
Aku suka menatap rona senja
Serupa binar matamu ditengah jelaga
Kesedihan
Bibir ranumnya tersenyum dengan manis
Siapa yang tahu itu hanya sebuah pemanis
Matanya berbinar sepi
Memandang lekat pada hati yang telah mati
Siapa yang tahu itu hanya sebuah pemanis
Matanya berbinar sepi
Memandang lekat pada hati yang telah mati
Derita Nestapa
Kaki lusuhnya berlumur darah
Tak sengaja menginjak duri yang terbawa angin
Meringis, menangis
Namun bukan karena perih di kakinya
Luka ini tak seberapa dari beban hidupnya
Ia tak kuat menahan derita nestapa
Dan memilih mati dirundung sepi
Tak sengaja menginjak duri yang terbawa angin
Meringis, menangis
Namun bukan karena perih di kakinya
Luka ini tak seberapa dari beban hidupnya
Ia tak kuat menahan derita nestapa
Dan memilih mati dirundung sepi
Gina Zahra Anjani
Langganan:
Postingan (Atom)
Are Bulan November
“Lalu, apa yang kau ketahui tentang Kelana?” “Tidak ada.” Kau mengembuskan asap rokok dengan hati-hati. Dengan senyum tipis di bibirmu, kau...