Kamis, 05 Mei 2016

Jejak Cinta

Di dekatmu aku tak lagi dapat membuat frasa
Yang dapat kulakukan hanya diam
Mengimbangi tatap matamu yang meninggalkan jejak
Cinta, juga jemari tanganmu yang menjalarkan
Hangat dari sela-selanya
Aah..

Jemarimu

Kau biarkanku terjatuh dengan sekali tatap
matamu,
Lalu kau membunuhku dengan sentuh
jemarimu

Jelak

Kita tak sempat bersua
Ketika aku tiba-tiba terjaga dan
Mulai linglung dengan sekitar
Juga jelak,
Dengan jarak yang tak begitu jauh
Namun mengambil alih sisa langkah yang kita punya
Dan menjadikannya repih ketika 
Rindu ingin bermain disana

Kamis, 07 April 2016

Mengapa Abu?

Aku mencoba berdamai dengan hatiku
Ketika luka yang kau cipta mulai menyusun
Cerita

Aku mencoba berdamai dengan hampa
Ketika ruang diantara kita mulai membentuk
Dimensi berbeda

Kau bilang tak sengaja,
Setelah aku terjatuh kemudian lumpuh, lalu
Mengembara masih dengan tanya pada benak

Mengapa kau begitu abu-abu?

Jumat, 22 Januari 2016

Jangan

Jangan berjanji kepadaku
Karena aku tidak butuh rayu

Apabila memang diharuskan berjanji,
Maka, berjanjilah,
Dengan kadar yang wajar dan
Biarlah janji menjadi pengingat, 

Bahwa ada hati yang selalu terjaga 
Untuk kemudian siap dijaga

Senin, 11 Januari 2016

Janji Teduh

Aku bercerita kepada langit kelabu
Tentang teduh yang dibawanya saat mampir

Aku bercerita kepada hujan
Tentang teduh yang merapal janjinya di penghujung sepi

Teduh yang ku ceritakan,

Akan memelukku dalam setiap rintikmu,
Menemani riak yang menggenang dan
Bau tanah mengharum

Akan mendekapku tatkala sepi
Meninabobokan rindu yang tak pernah sampai
Dan sunyi, diantara deru-deru yang memutar sunyata

Janji teduh kepadaku


Rabu, 06 Januari 2016

Titik [.]

Kau tahu aku membenci titik
Karena tugasnya adalah mengakhiri
Dengan sengaja, kau mengubah
Dirimu jelma sebuah titik

Kau bilang aku adalah tanda tanya
Karena aku menyimpan seluruh,
Tanya yang bernaung di benakmu yang
Tak jua kau temukan jawabnya

Hingga kau memilih titik untuk mengakhiri segalanya

Sabtu, 31 Oktober 2015

Terjela Tanpa Jelah

Kau biarkan aku terjela
Diselimuti gelap, tak ada jelah
Kau ku biarkan,
Masuk jauh hingga ke dalam
Ku kira aku menjerat,
Ternyata akulah yang terjerat dan
Terjela tanpa jelah

Sabtu, 12 September 2015

Kosong

Tak ada beda hatimu dengan almari tua
Kosong, rapuh, mungkin berdebu
Bagai gila kau tampak di cermin
Kaku, dingin
Mungkin kabut, tebal
Bekas masa lalu yang tak ingin dilalui
Membentengi hatimu
Hingga tak ada lagi yang berkunjung
Dan membuatmu tak ingin lagi keluar

Sabtu, 05 September 2015

Ada Apa?

Ini hari tak sedang mendung
Tapi hatiku begitu murung
Aku beku dan mematung
Ada apa?

Ada warna pada dirimu
Lebih indah dari mejikuhibiniu
Terus berotasi dalam ingatanku
Ada apa?


Rindu

Tempias hujan menyingkirkan debu
Aroma tanah tak lagi membisu
Aku tak mengerti,
Mengapa malam ini terasa begitu sendu
Apakah,
Karena aku, rindu?

Are Bulan November

“Lalu, apa yang kau ketahui tentang Kelana?” “Tidak ada.” Kau mengembuskan asap rokok dengan hati-hati.  Dengan senyum tipis di bibirmu, kau...